Beranda Daerah Sarpras Tak Terawat Suparlentin Loyalis Mantan Bupati Tak Takut Aturan Kemdikbud

Sarpras Tak Terawat Suparlentin Loyalis Mantan Bupati Tak Takut Aturan Kemdikbud

374
BERBAGI

Lampung Timur ,(radarnewa.id)- Suparlentin Kepala SDN 2 Jembrana Kecamatan Waway karya yang merupakan loyalis mantan Bupati sebelumnya mencoba mengelabuhi wartawan saat hendak di konfirmasi wartawan di kantornya senin (12/11/2022), dirinya sempat tidak mengaku bahwa dirinya adalah Kepsek.

Ketika didesak oleh wartawan akhirnya Suparlentin mengakui bahwa dirinya adalah Kepsek disitu dan dirinya tidak menggunakan hak jawab nya saat ditanyai terkait penggunaan anggaran dana BOS yang dikelolanya

Kebohongan dan bungkamnya Suparlentin sempat membuat wartawan menduga ada yang tidak beres di sekolah tersebut, baik itu tentang pengelolaan anggaran maupun di internal dewan guru.

Merasa tidak mendapat tanggapan dan di abaikan wartawan melakukan penelusuran di berbagai lokasi disekolah tersebut dan ditemukan banyak kerusakan di sekolah tersebut, diantaranya plafon sekolah banyak yang jebol serta ada beberapa kelas yang kusam tak tersentuh pengecatan, juga sarana sanitasi yang jorok dan tak terawat dengan pintu yang jebol tak ada kunci serta banyak tercecer kotoran manusia diman-mana, membuat kesan sekolah tersebut seolah dibiarkan hancur.

Dugaan pembiaran tersebut diperkuat oleh keterangan wali murid berinisial MH (38), menurutnya Suparlentin terlalu percaya diri bahwa dirinya dekat dengan Bupati maupun Kadis, karena dahulu suami Suparlentin adalah Camat di era Bupati Zaiful Bukhari, maka dari itu dia sepertinya yakin tidak akan tersentuh masalah meskipun keadaan sekolah sangat memprihatinkan.

“Anak saya sekolah disitu mas, banyak pihak ketiga datang kesitu tapi tidak dilayani bahkan terkesan di lecehkan”, ujar MH.

Sudah lama saya tidak melihat ada pembenahan (pemeliharaan) sekolah ini, jadi ya kondisinya kayak gini.

Hal senada juga disampaikan AM.Ikhwan aktivis peduli pendidikan lamtim,menyayangkan sikap Suparlentin yang mencoba untuk tidak transparan kepada pihak ketiga, tatkala ditanyai masalah penggunaan dana BOS, “Dana BOS itu dokumen publik bukan dokumen negara, jadi siapapun pengelola harus transparan dan akuntabel, pungkasnya

(ton).