Beranda Daerah Turunkan Stunting, Pangdam II Sriwijaya Kenalkan Program Dapur Masuk Sekolah

Turunkan Stunting, Pangdam II Sriwijaya Kenalkan Program Dapur Masuk Sekolah

380
BERBAGI

LAMPUNGTENGAH ,(radarnews.id)- Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) II Sriwijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yanuar Adil memperkenalkan program dapur masuk sekolah di wilayah teritorial Kodim 0411/ Kota Metro, Selasa (14/11/2023).Program yang dikenalkan tersebut sebagai bentuk keterlibatan TNI dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia khususnya di wilayah teritorial Kodam II Sriwijaya.

Dari pantauan media ini, kegiatan dapur masuk sekolah itu merupakan program unggulan Pangdam Jendral Yanuar Adil yang pertama kali di kenalkan di Provinsi Lampung dan menyasar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayjend TNI Yanuar Adil menjelaskan bahwa target dari program tersebut ialah perbaikan gizi anak dan penurunan angka stunting.

“Target dan sasarannya, kedepan kita mendukung program pemerintah yaitu upaya penurunan stunting. Di tahun 2024 ini targetnya menjadi 14 dari 23 persen,” kata dia saat diwawancarai awak media, Selasa (14/11/2023).

“Dan tujuan kita adalah untuk menekan angka stunting di seluruh wilayah Kodam II Sriwijaya, yang ada di 5 provinsi. Ya itu Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung,” imbuhnya.

Jendral bintang dua tersebut juga mengklaim bahwa program yang baru dikenalkan itu merupakan program unggulan pertama di Indonesia.

“Dan kegiatan ini adalah program unggulan yang pertama dilaksanakan, yang baru pertama kali dilaksanakan di Kodam II Sriwijaya. Dan se-indonesia Baru kali ini, ini program inisiatif dari saya sendiri selaku pangdam II Sriwijaya,” ucapnya.

Selain program dapur masuk sekolah, pihaknya juga bakal menjalankan program Kodam II Sriwijaya masuk kampus. Program tersebut nantinya sebagai upaya memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap prajurit TNI.

“Program unggulan yang kedua, itu nanti Kodam II masuk kampus. Untuk memberikan pencerahan tentang kegiatan-kegiatan serta tugas pokok TNI kepada mahasiswa. Tujuannya apa untuk menambah kecintaan dari mahasiswa kepada TNI dan ujungnya agar mahasiswa mau masuk menjadi anggota TNI,” ungkapnya.

Mayjend Yanuar Adil juga mengungkapkan, lembaga yang bakal dimasuki program dapur masuk sekolah tersebut ialah sekolah yang berada di pinggiran Kota.

“Ada, tentunya kategori di mana yang orang tuanya rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah. Sehingga program-program ini tidak dilaksanakan di kota-kota besar, di SMA-SMA ataupun SD-SD unggulan,” jelasnya.

“Tetapi di SD-SD yang ada di pinggiran kota, yang orang tuanya berpenghasilan menengah ke bawah. Karena, program ini kan sudah di atur menu dan gizinya. Ada nasinya, ada telurnya, ada ayamnya dan ada susunya untuk meningkatkan gizi tersebut,” sambungnya.

Panglima Kodam II Sriwijaya itu juga menegaskan bahwa pelaksanaan program dapur masuk sekolah sebagai upaya pengentasan stunting tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari kemitraan.

“Terus terang anggaran ini tidak ada tetapi dari partisipasi mitra, dan mitra ini Dandim yang berkomunikasi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya mengapresiasi langkah kepedulian TNI dalam membantu pemerintah untuk menurunkan angka stunting.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas program dapur masuk sekolah yang diinisiasi oleh Pangdam Jendral Yanuar, ini tentunya akan mempermudah Kabupaten Lampung Tengah untuk semakin menurunkan stunting di tengah balita balita yang ada di Kabupaten Lampung Tengah,” bebernya.

Ardito menilai, program yang baru dikenalkan di Lampung oleh jajaran TNI tersebut selaras dengan upaya pemerintah pusat hingga daerah.

“Program ini selaras, dari pusat juga bahwa angka stunting kita seperti yang disampaikan tadi harus di bawah 14 persen dan tentunya berapapun itu walaupun sudah di bawah 14 persen kita mempunyai sebuah kewajiban, apabila mempunyai kemampuan dan ada program yang bisa menurunkan lebih rendah lagi maka harus kita laksanakan dan harus kita lakukan. Karena anak-anak muda yang non stunting adalah benih-benih generasi penerus bangsa di kemudian hari,” tandasnya.

 

(Arby/ Red).