Beranda Pemerintah Sosialisasi Pengelolaan Sampah Melalui Sistem Bank Sampah

Sosialisasi Pengelolaan Sampah Melalui Sistem Bank Sampah

337
BERBAGI

Humbahas, (Radar News) -Pengelolaan sampah rumah tangga melalui sistem bank sampah perlu terus disosialisasikan dan digalakkan di tengah masyarakat untuk mengatasi masalah sampah yang sering terabaikan selama ini.

Hal tersebut disampaikan oleh narasumber sosialisasi Ari Sugasri (Kepala Sub Direktorat Sampah Spesifik dan Daur Ulang Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Jerri Lumban Gaol (Komisaris Bank Sampah Toba-Pollung) yang dilaksanakan di Aula Huta Mas Jalan Tano Tubu Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, Kamis (23/01).

Hadir saat acara para OPD se-Kabupaten Humbang Hasundutan, Tim Penggerak PKK Kabupaten, Camat se-Kabupaten Humbang Hasundutan, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Humbang Hasundutan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan se-Kabupaten Humbang Hasundutan, Perwakilan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat serta Kepala Sekolah se-Kabupaten Humbang Hasundutan. Sebelum acara dimulai pemberian piagam penghargaan yang disampaikan langsung oleh Bupati dan juga Ari Sugasri, Kepala Sub Direktorat Sampah Spesifik dan Daur Ulang Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) kepada para pemenang 5 poda, Martahan Panjaitan.S.Pd (Kepala Sekolah SMPN 1 Bakti Raja, Raja Idu Siringi-Ringo (Juara 1 lomba 5 Poda se-Kabupaten Humbahas), Jhonni Silaban (Kepdes Siponjot), Lamhot Gultom (Ketua Tim Penggerak PKK Desa Siponjot) yang merupakan pihak-pihak yang peduli terhadap penanganan sampah di Humbahas, sekaligus memberikan testimoni kepada seluruh peserta yang hadir

Bupati Dosmar Banjarnahor, S.E menyampaikan dan mengharapkan agar kita semua bersama-sama peduli dengan lingkungan sekitar kita masing-masing, sampah yang ada di Humbang Hasundutan ini adalah tanggungjawab kita yang tinggal didalamnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat merealisasikan target pengelolaan sampah di Kabupaten Humbang Hasundutan, yakni pengurangan sampah sebesar 30% dan Penanganan sampah sebesar 70% di tahun 2025 sesuai dengan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada).

Ari Sugasri Kepala Sub Direktorat Sampah Spesifik dan Daur Ulang Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan sampah merupakan masalah lingkungan yang utama di Indonesia.

Meski demikian, bila pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang benar, sampah bukan lagi masalah tapi menjadi berkah buat masyarakat. “Sampah bisa merupakan sumber perekonomian buat masyarakat.

Pengelolaan sampah  bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan manfaat sampah, membantu program pemerintah menanggulangi masalah sampah, dan menjadikan sampah yang tidak bermanfaat menjadi berkah.”Pemerintah akan mendorong masyarakat lainnya di Humbang Hasundutan untuk mengikuti dalam membantu pemerintah menanggulangi masalah sampah,” Mengajarkan masyarakat yang menjadi nasabahnya untuk memilah sampah yang ada di rumah masing-masing, menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik ditabung ke bank sampah.

Penerapan sistem Bank Sampah Green GPA sebagai upaya untuk membenahi dan memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang dilakukan warga.  (B/N).