Beranda Bencana Alam Hujan Lebat di Kepulauan Aru Mengakibatkan Air Sungai Meluap Membajiri Pemukiman Warga

Hujan Lebat di Kepulauan Aru Mengakibatkan Air Sungai Meluap Membajiri Pemukiman Warga

191
BERBAGI

Kapulauan Aru, (RADARNEWS.ID) –  Pada Musim penghujan dengan intensitas hujan yang tinggi di kabupaten kepulauan Aru menyebabkan meningkatnya debit air di sungai. Jumat 6 Maret s/d Minggu 8 Maret, hujan lebat dengan intensitas yang tinggi mulai pukul 01.30 WIT hingga sore hari menyebabkan sungai -sungai kecil yang berlokasi di areal pemukiman warga setempat tidak mampu lagi menampung debit air dan meluap membanjiri pemukiman warga dan badan jalan.

Lokasi Bencana : Kota Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku
Periode Pelaporan : Minggu, 08 Maret 2020
Sumber Data : Turun Lapangan
Pelapor : Nus Yerusa, Kepala Cabang Humas Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kepulauan Aru

Pantauan LIN, hujan deras sejak 3 hari mengakibatkan banjir Banjir merendam pemukiman dan jalan utama.
Bahkan banjir telah merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian 15– 30 cm.
Di kampung Jawa banjir merendam rumah dan badan jalan setinggi lutut orang dewasa.

Tidak hanya itu banjir juga merendam fasilitas umum seperti gedung sekolah, kantor lurah dengan ketinggian 20 cm. selain itu jalan utama jalur Gasa menuju pasar timur kampung cina juga direndam banjir dengan ketinggian 30 cm sehingga akses masyarakat terhambat.

“WILAYAH TERDAMPAK:*
1. Kompleks Bambu Kuning, kecamatan pulau-pulau Aru kelurahan Siwalima
2. Kampung Jawa, kecamatan pulau-pulaua Aru, kelurahan Siwalima.
3. Kampung Tarangan Kecamatan pulau-pulau Aru, Kelurahan Siwalima.
4. Kampung Belanda, kecamatan pulau-pulau Aru, kelurahan Galau Dubu.
5.Kompleks Jalur Gasa, kecamatan pulau-pulau Aru, kelurahan Galau Dubu
5. Kompleks kampung cina, kecamatan pulau-pulau Aru, kelurahan Galai Dubu.
6. Areal Bandar udara Rar Gwamar Dobo.

Pemukiman warga tersebut setiap tahun selalu terkena banjir ketika musim penghujan dengan kondisi air surut dalam sehari atau dua hari dan akses jalan keluar masuk desa masih lancar. Namun kondisi hujan yang masih terus turun dengan intensitas yang tinggi bisa menyebabkan genangan banjir kembali meninggi.

*POPULASI TERDAMPAK:*
Sampai saat ini belum terdata berapa total populasi terdampak, berapa rumah/infrastruktur umum yang terendam banjir.

*KEBUTUHAN MENDESAK:
Saat ini kebutuhan sehari-hari masyarakat masih bisa dipenuhi. Namun lantaran banjir mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tidak bisa ke kebun ataupun mencari makanan.

“RESPON PEMERINTAH:*
Sampai saat ini respon dari pemerintah adalah berupa peninjauan ke lokasi banjir oleh wakil Bupati Aru, Muin Sogalrey. Untuk bantuan berupa uang ataupun kebutuhan pokok masyarakat belum ada sama sekali.(lin/efrizal).