Beranda Hukum & Kriminal Semarak Galper Berbau Judi di Kota Batam, Masih Berlangsung Aman.

Semarak Galper Berbau Judi di Kota Batam, Masih Berlangsung Aman.

479
BERBAGI

Kota Batam, (Radarnews.id) -Hingga sekarang perjuadian di Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau Masih berlanjut tidak sesuai berita yang kita Kutip dari media Online (Kumparan News) ,sebagai Ketua dan Sekretris MUI Kota Batam
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menutup Gelanggang Permainan (Gelper) secara permanen, sebab hingga saat ini Gelper masih merajalela di Kota Batam, mulai di mall, ruko-ruko hingga perumahan.

Kemudian Ketua MUI Kota Batam, Usman Ahmad mengatakan pihaknya juga berharap agar penegak hukum menutup, Gelper tersebut sesegera mungkin dan untuk selama-lamanya, karena permainan Gelper tersebut termasuk perjudian.

Akibat dari merajalelanya aktifitas Gelper, banyak masyarakat yang melakukan tindakan kriminal demi untuk mendapatakan modal untuk bisa melakukan judi di gelanggang permainan tersebut.

“Kepada para pengelola Gelper sadari bahwa masih banyak cara yang baik lainnya untuk mencari uang, jangan gara-gara keegoan para pengusaha yang jadi korbannya adalah masyarakat banyak dan anak muda generasi untuk masa depan,” kata Usman setelah melakukan rapat gabungan bersama ormas islam di Hotel PIH Batam Centre, Selasa (8/10).

Hal serupa diungkapkan Sekretaris MUI Kota Batam, Santoso, menurutnya permintaan ditutupnya Gelper itu termasuk juga yang sudah memiliki izin dari Pemko Batam maupun yang tidak memiliki izin sama sekali.

Berdasarkan dengan fatwa MUI Pusat, permainan Gelper bukan saja permainannya yang mengandung judi namun mesin-mesin Gelper tersebut juga mengandung unsur perjudian yang meresahkan masyarakat.
“Kami meminta kepada seluruh komponen para pengambil kebijakan jangan berkhianat kepada umat islam, Gelper itu harus ditutup untuk selamanya ini adalah untuk kenyamanan dan kemajuan Kota Batam,” kata Santoso.

Ia juga meminta kepada penegak hukum, untuk menegakkan supremasi hukum, baik yang melakukan maupun yang menyediakan, arena perjudian tersebut.

“Kami minta kepada Forum Ukhuah Islamiah (FUI) MUI Kota Batam untuk segera mungkin untuk melanjutkan hasil kesepakatan yang telah dilaksanakan itu yaitu bersama ormas-ormas se Kota Batam,” ucapnya.

Kemudian di ada Kesepakatan tersebut, dibuat bersama dengan Ormas Islam lainnya di Kota Batam, dengan menyurati Pemko Batam dan pihak kepolisian yang akan ditanda tanggani oleh seluruh ormas islam yang ada di Batam.

“Semoga upaya untuk kebaikan dan keamanan Kota Batam ini didengar dan dikabulkan oleh pihak terkait, yakni yang pengambil kebijakan seperti Pemko Batam dan pihak kepolisian,” demikaian kutipannya..

Namun Hingga sekarang hasil Pantauan (Radarnews.id) Minggu (4 januari 2020) di perjudian di Kota batam masih berlansung namun pihak aparat atau penegak hukum terkesan tutup mata, di duga ada kerja sama dengan instansi terkait.

Padahal Sebelumnya dari pihak pemerintah setempat sudah sepakat dengan Ormas Mui, akan segera cari solusi melakukan penetutupan yang mana semua bentuk judi atau permainan yang ada di kota Batam.jelas ormas yang tidak mau di sebutkan nama.

Karena dampak dari Perjudian ini sangat negatif terutama Akan merusak generasi penerus dan membuat malas bekerja sehingga akan meningkat angka kriminalitas di wilayah ini.jelasnya

Jadi Saya selaku Ormas mewakili masyarakat setempat meminta Aparat penegak hukum harus tunduk dengan KUHP pasal 303 harus segera menututup lokasi perjudian bentuk apapun yang demi kesejahtraan rakyat kota batam.(Jef).